"What is happiness?"
Mungkin 5 dari 10 orang di dunia ini mempertanyakan, apa itu happiness?
atau lebih dikenal dengan istilah kebahagiaan.
Ada seseorang yang mengatakan bahwa bahagia itu setiap hari. Tapi, aku hanya merasakan kebahagiaan dalam 2 atau 3 kali dalam satu minggu. Apa itu kebahagiaan?
Kata orang, bahagia itu ketika mempertemukan sela-sela jari yang kosong dengan belahan jiwa. Nyatanya, terkadang aku masih mempertanyakan kebahagiaan itu.
Apakah ini kebahagiaan?
Dan kata orang, bahagia itu ketika kita tersenyum. Tapi aku bisa tersenyum dalam tangisan. Hanya kenaifan.
Mengapa manusia terlalu berjuang mencari kebahagiaan, pada kenyataannya manusia tidak bisa berhenti tamak.
Mengapa selalu melihat rumput, sementara bunga sudah tumbuh dengan indahnya berayun bersama angin? Apakah rumput selalu membahagiakan?
Untuk apa memetik bunga di taman sebelah, sementara bunga di tamannya sudah bermekaran? Sementara manusia hanya ingin melihat dan merasakan bunga milik tetangga.
Kebahagiaan hanyalah semu. Tidak nyata. Dan relatif.
Mungkin suatu hari nanti, kebahagiaan yang nyata akan datang dan menghampiri. Dengan membawa bunga dan rerumputan yang lebih indah dari sebelumnya.
Minggu, 26 November 2017
a little note at 12:00 AM
Why you keep your eyes blind while someone is crying over you?
Do you think you deserve?
Why you keep hurting someone loves you, while you're hunting for pleasure?
Do you think you deserve?
How can you smile, while you're broken?
What do you deserve?
It's 12:00 AM, and still lots and lots of question pops.
What should I do?
An irony of life, makes us comatose.
Do you think happiness will cure you? No.
It is because..
Happiness is the worst sadness behind your smile.
Do you think you deserve?
Why you keep hurting someone loves you, while you're hunting for pleasure?
Do you think you deserve?
How can you smile, while you're broken?
What do you deserve?
It's 12:00 AM, and still lots and lots of question pops.
What should I do?
An irony of life, makes us comatose.
Do you think happiness will cure you? No.
It is because..
Happiness is the worst sadness behind your smile.
Langganan:
Komentar (Atom)